BELAJAR STUDI KASUS SKALA PRIORITAS DENGAN METODE MATRIK EISHENHOWER
Kembali
Materi Pelajaran

BELAJAR STUDI KASUS SKALA PRIORITAS DENGAN METODE MATRIK EISHENHOWER

Eko Siam Muwardi

artikel ini berisi tentang materi matriks Eishenhower. Pembagian waktu menurut Eishenhower dapat diaplikasikan dalam ilmu ekonomi konsep skala prioritas. dimana dalam memenuhi kebutuhan manusia, kebutuhan tersebut dapat dibagi menjadi empat tingkatan, yakni kebutuhan penting dan mendesak, kebutuhan yang penting tapi tidak mendesak, kebutuhan yang mendesak tapi tidak penting dan kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak. Maka dari itu, mari pelajari materi ini agar kita dapat menyusun skala prioritas dengan baik.

BELAJAR STUDI KASUS SKALA PRIORITAS DENGAN METODE MATRIK EISHENHOWER

Matriks Eisenhower adalah alat bantu manajemen waktu untuk menentukan skala prioritas harian berdasarkan tingkat urgensi (mendesak) dan kepentingan (dampak jangka panjang). Matriks ini membagi tugas ke dalam empat kuadran agar Anda tahu apa yang harus dikerjakan, pada dasarnya matriks ini digunakan untuk manajemen atau pembagian kegiatan yang harus dikerjakan sehari – hari, akan tetapi dalam kasus lain dapat diaplikasikan dalam ilmu ekonomi. Agar muda memilih kebutuhan mana yang kita penuhi lebih dulu dalam skala prioritas, maka dapat menggunakan konsep matriks Eisenhower.

Skala prioritas dalam ilmu ekonomi adalah langkah untuk mengurutkan kebutuhan kita berdasarkan tingkat kepentinganya (urgensinya) dari yang paling penting ke kebutuhan yang tidak penting. Seperti yang kita tahu, bahwa alat pemuas kebutuhan dan sumber daya yang kita miliki jumlahnya sangat terbatas. Kebutuhan yang harus kita penuhi jumlahnya sangat banyak, bahkan cenderung tidak terbatas. Sering kali kita sebagai manusia salah langkah dalam memenuhi kebutuhan dimana uang kita digunakan untuk belanja barang yang tidak begitu penting, tapi mengabaikan kebutuhan yang benar – benar penting.

Agar kita tetap dapat hidup layak dan mampu memenuhi kebutuhan kita, maka diperlukan skala prioritas. Pemahaman skala prioritas dapat lebih baik jika kita menggunakan matriks Eisenhower. Matriks Eisenhower jika diaplikasikan ke dalam ilmu ekonomi dengan konsep skala prioritas adalah sebagai berikut:

Empat Kuadran Matriks Eisenhower

Kuadran 1: Penting dan Mendesak

Kebutuhan manusia yang benar – benar harus dipenuhi karena kebutuhan yang penting dan mendesak. Kebutuhan ini harus segera dipenuhi, jika tidak akan terjadi masalah lain kedepannya. Bagaimanapun caranya, entah dengan mengambil tabungan atau berhutang kebutuhan ini harus segera dipenuhi.

Kuadran 2: Penting tapi Tidak Mendesak

Kebutuhan ini memang penting untuk dipenuhi karena berpengaruh kepada diri kita khususnya dalam jangka Panjang atau masa depan. Akan tetapi kebutuhan ini tidak mendesak dan dapat ditunda beberapa waktu. Jika sumber daya yang dimiliki tidak mencukupi, lebih baik menunda dulu dan memprioritaskan kebutuhan yang penting dan mendesak.

Kuadran 3: Tidak Penting tapi Mendesak

Kebutuhan ini memang mendesak dan harus segera dipenuhi, akan tetapi kebutuhan ini tidak begitu penting bahkan tidak penting. Jika sumber daya untuk memenuhi kebutuhan cukup, maka dapat dipenuhi kebutuhannya, jika tidak maka dapat ditunda dulu.

Kuadran 4: Tidak Penting dan Tidak Mendesak

Kebutuhan ini merupakan urutan yang paling akhir yakni kebutuhan yang tidak penting dan tidak mendesak. Kebutuhan ini tidak akan menjadi dampak apapun jika tidak dipenuhi, namun jika dipenuhi menambah kebahagiaan bagi diri kita. Kebutuhan ini juga dapat ditunda sampai kesejahteraan kita cukup untuk memenuhinya.

STUDI KASUS SKALA PRIORITAS

Untuk memahami konsep skala prioritas, mari kita mempelajari dan mengerjakan studi kasus berikut ini:

Studi Kasus 1: Dilema Keuangan Pak Bagus

Pak Bagus adalah seorang karyawan swasta di kota kabupaten dengan penghasilan bulanan sebesar Rp3.500.000. Di awal bulan ini, Pak Bagus dihadapkan pada sejumlah daftar pengeluaran dan kebutuhan yang harus ia penuhi.

Bantulah Pak Bagus menyusun skala prioritas dengan memasukkan daftar kebutuhan di bawah ini ke dalam 4 Kuadran Skala Prioritas!

  • Daftar Kebutuhan Pak Bagus:
    • Membayar cicilan kontrakan rumah yang jatuh tempo besok lusa: Rp800.000
    • Membeli tiket konser musik favorit untuk bulan depan: Rp400.000
    • Belanja bahan pangan & kebutuhan pokok untuk sebulan: Rp1.200.000
    • Membeli sepatu olahraga brand ternama karena sedang diskon: Rp500.000
    • Membeli obat dan berobat ke dokter karena anak mendadak demam tinggi: Rp300.000
    • Menyisihkan tabungan dana darurat bulanan: Rp300.000
    • Servis rutin sepeda motor yang dipakai bekerja sehari-hari (jadwal minggu ini): Rp200.000
    • Top-up diamond/game online untuk mengisi waktu luang: Rp150.000

Studi Kasus 2: Dilema Mahasiswa Rantau

Tokoh: Dimas (Mahasiswa semester akhir)

Uang yang dimiliki: Rp1.500.000 (Uang saku bulanan dari orang tua)

Daftar Kebutuhan & Pengeluaran:

  1. Membayar biaya cetak dan jilid skripsi yang harus dikumpulkan lusa: Rp150.000
  2. Membeli kuota internet utama untuk pengerjaan revisi dan kuliah online: Rp100.000
  3. Makan harian dan air minum selama satu bulan: Rp750.000
  4. Mengganti ban luar sepeda motor yang sudah gundul dan licin: Rp200.000
  5. Nongkrong di kafe kekinian bersama teman kampus nanti malam: Rp100.000
  6. Membeli baju baru untuk dipakai acara wisuda bulan depan: Rp300.000
  7. Membayar iuran keanggotaan gim online bulanan: Rp50.000
  8. Membeli buku referensi akademis pendukung penelitian (bisa dipinjam di perpustakaan): Rp120.000

Studi Kasus 3: Dilema Pelajar SMA

Tokoh: Rara (Siswa kelas X SMA)

Uang yang dimiliki: Rp400.000 (Uang jajan mingguan + sisa tabungan)

Daftar Kebutuhan & Pengeluaran:

  • Membeli buku tulis dan alat tulis yang habis untuk sekolah besok: Rp35.000
  • Membayar iuran kas kelas mingguan yang tertunggak: Rp10.000
  • Membeli obat maag cair karena asam lambung sering kumat: Rp25.000
  • Membeli merchandise/album grup K-Pop kesukaan yang sedang pre-order teratas: Rp200.000
  • Membeli kuota data seluler untuk diskusi kelompok online: Rp50.000
  • Jajan camilan kekinian setelah jam pulang sekolah: Rp40.000
  • Membeli kado ulang tahun untuk sahabat minggu depan: Rp80.000
  • Menabung bulanan di celengan rumah: Rp30.000

Studi Kasus 4: Dilema Ibu Rumah Tangga

Tokoh: Ibu Ratna (Ibu Rumah Tangga)

Uang yang dimiliki: Rp4.000.000 (Anggaran belanja dapur & rumah tangga bulanan)

Daftar Kebutuhan & Pengeluaran:

  • Membayar tagihan listrik dan air PDAM sebelum kena denda besok: Rp450.000
  • Belanja beras, lauk-pauk, dan bumbu dapur bulanan: Rp1.800.000
  • Membeli kompor gas baru karena kompor lama bocor dan berbahaya: Rp350.000
  • Membeli tas branded bekas (thrifting) yang sedang obral hari ini: Rp300.000
  • Membayar SPP sekolah anak bulanan: Rp500.000
  • Mengikuti arisan warga bulanan: Rp200.000
  • Membeli kosmetik/skincare harian yang mulai habis: Rp250.000
  • Langganan layanan streaming film untuk hiburan di rumah: Rp120.000

Studi Kasus 5: Dilema Pekerja Lepas (Freelancer)

Tokoh: Bayu (Desainer Grafis Freelance)

Uang yang dimiliki: Rp5.000.000 (Hasil pembayaran project bulan ini)

Daftar Kebutuhan & Pengeluaran:

  • Membayar biaya langganan software desain bulanan untuk bekerja: Rp600.000
  • Membayar sewa kamar kost jatuh tempo besok: Rp1.200.000
  • Memperbaiki laptop yang mendadak mati total saat deadline klien: Rp800.000
  • Mengupgrade keyboard mechanical dengan lampu RGB untuk estetika meja kerja: Rp750.000
  • Biaya makan harian dan kebutuhan kebersihan pribadi: Rp1.500.000
  • Menyiapkan alokasi dana darurat dan asuransi mandiri: Rp500.000
  • Membeli tiket pertandingan sepak bola akhir pekan nanti: Rp150.000
  • Membeli kopi literan di kafe favorit setiap pagi: Rp200.000

Studi Kasus 6: Dilema Petani / Wirausaha Muda

Tokoh: Pak Eko (Petani Sayur Moderen)

Uang yang dimiliki: Rp6.000.000 (Hasil panen siklus sebelumnya)

Daftar Kebutuhan & Pengeluaran:

  • Membeli pupuk dan pestisida untuk masa tanam baru minggu ini: Rp1.500.000
  • Membayar upah pekerja harian pengolah lahan panen kemarin: Rp1.200.000
  • Memperbaiki selang irigasi lahan yang bocor parah agar tanaman tidak layu: Rp400.000
  • Mengganti smartphone dengan spesifikasi gaming terbaru: Rp2.500.000
  • Biaya konsumsi harian keluarga: Rp1.800.000
  • Membayar premi BPJS Kesehatan keluarga: Rp150.000
  • Membeli benih tanaman varietas baru untuk eksperimen lahan depan rumah: Rp200.000
  • Membeli aksesori tambahan untuk kendaraan operasional bak terbuka: Rp350.000

sumber gambar: magnifi/freepick


Eko Siam Muwardi

Ditulis oleh Eko Siam Muwardi

pecinta kereta api yang selalu rindu dengan kampung halaman | Guru Madrasah sing gawene nulis - nulis ora nggenah

Logo

Bangku Belakang

Mendedikasikan waktu untuk berbagi ilmu, materi pelajaran, dan inspirasi bagi siswa dan rekan guru di seluruh Indonesia.

Kontak

© 2026 Bangku Belakang. Hak Cipta Dilindungi.

Dibuat dengan ❤️ untuk pendidikan.