Bisa dikasih judul dan deskripsi, tapi nama file sesuai yang diunggah.
Artikel ini dibuat khusus untuk mendemonstrasikan berbagai macam elemen visual dan tipografi yang didukung oleh sistem blog kita. Anda dapat menggunakan artikel ini sebagai referensi saat menulis konten baru.
1. Tipografi Dasar
Berikut adalah contoh penggunaan tipografi dasar dalam paragraf. Teks bisa dicetak tebal (bold) untuk penekanan, miring (italic) untuk istilah asing, atau ~~dicoret (strikethrough)~~ jika ada informasi yang sudah tidak relevan.
Hierarki Heading (H3)
Heading digunakan untuk membagi artikel menjadi beberapa bagian. Ini adalah contoh Heading 3.
Heading 4
Ini adalah contoh Heading 4. Gunakan hierarki yang benar agar artikel mudah dibaca.
2. Daftar (Lists)
Daftar Tidak Berurutan (Unordered List)
- Item pertama
- Item kedua
- Sub-item A
- Sub-item B
- Item ketiga
Daftar Berurutan (Ordered List)
- Langkah pertama adalah persiapan.
- Langkah kedua adalah eksekusi.
- Langkah ketiga adalah evaluasi.
3. Gambar (Image)
Gambar sangat penting untuk membuat artikel lebih menarik. Berikut adalah contoh penyisipan gambar:
4. Kutipan (Blockquote)
Gunakan blockquote untuk mengutip perkataan tokoh atau menyoroti teks penting.
"Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat kamu gunakan untuk mengubah dunia." — Nelson Mandela
5. Embed Video YouTube
Video sangat membantu untuk menjelaskan konsep yang rumit. Berikut cara menyisipkan video YouTube:
6. Callout / Info Box
Gunakan callout untuk memberikan catatan penting atau peringatan kepada pembaca.
💡 Catatan Penting: Ini adalah contoh kotak informasi (callout). Sangat berguna untuk menyoroti tips, peringatan, atau ringkasan materi agar lebih menonjol dari teks biasa.
💡 Catatan Penting: Ini adalah contoh kotak warning (callout). Sangat berguna untuk menyoroti tips, peringatan, atau ringkasan materi agar lebih menonjol dari teks biasa.
💡 Catatan Penting: Ini adalah contoh kotak sukses informasi (callout). Bisa menambahkan formatting seperti bold/strong, emphasis/italic, underline, strike-trough, dan url.
7. Tombol Call-to-Action (CTA)
Anda bisa menambahkan tombol untuk mengarahkan pembaca ke halaman lain atau mengunduh file.
8. Lampiran File Inline
Selain file utama, bisa juga melampirkan file tambahan di bagian tertentu dalam artikel yang terkait pembahasan spesifik di bagian tersebut.
Deskripsi untuk lampiran, nama file mengikuti file unggahan.
Kesimpulan
Dengan menggabungkan teks yang terstruktur, gambar, kutipan, dan elemen interaktif seperti video dan tombol, Anda dapat membuat artikel pembelajaran yang jauh lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selamat menulis!
Ditulis oleh Kurnia
Guru Fisika di SMA Negeri 1 Nusantara. Bersemangat dalam membagikan ilmu dan mempermudah pemahaman konsep sains bagi siswa.